Persekutuan 僑大
僑大 adalah sebuah sekolah persiapan bagi calon mahasiswa dari luar negeri (terbatas untuk keturunan Chinese saja) yang ingin melanjutkan studi S1 di Taiwan. Mereka dipersiapkan untuk beradaptasi terhadap kehidupan dan lingkungan universitas, serta kebudayaan yang unik dan beragam di Taiwan ini. Pelajaran yang diberikan di僑大adalah sebatas pelajaran setaraf SMA Taiwan, yang diberikan dalam bahasa Mandarin, dengan harapan agar setiap calon mahasiswa dapat bertahan dan bahkan bersaing dengan orang Taiwan ketika mereka memasuki jenjang kuliah.
Total mahasiswa di僑大setiap tahunnya sekitar 500 orang. Kebanyakan berasal dari Malaysia, Indonesia, Hongkong/Macao dan Myanmar. Ada juga mahasiswa yang berasal dari negara Filipina, Vietnam, Thailand, namun dengan jumlah yang sangat sedikit, mungkin hanya sekitar 2-3 orang per tahun. Sedangkan jumlah mahasiswa Indonesia, setiap tahun sekitar 120-130 orang. 僑大berlokasi di 2,Ren-Ai Rd., Sec.1, Lin-Kou, kira-kira 17 kilometer dari Taipei (1-1,5 jam naik bus).
2. Sejarah Persekutuan 僑大
Persekutuan僑大yang berada di bawah naungan Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) Taipei, dirintis oleh Pendeta Nico Ong pada tahun 2001.
Dari tahun ke tahun, Tuhan selalu memimpin persekutuan 僑大. Setiap Sabtu ada sekitar 8-10 orang yang mengikuti persekutuan, di mana sekitar 4 orang adalah aktivis dari GRII Taipei yang datang melayani dan sekitar 4 orang yang berasal dari僑大 sendiri. Meskipun dalam setiap generasi, dari segi kuantitas tidak banyak, namun kualitas sangat ditekankan. Setiap generasi sekitar 4 - 5 orang anak 僑大, tapi mereka sungguh-sungguh di- didik menjadi anak yang cinta Tuhan dan berani untuk membayar harga dengan rutin mengikuti persekutuan setiap Sabtu pagi, ketika kebanyakan orang akan memilih untuk tidur lebih panjang atau me-refresh-kan diri dari kejenuhan selama pembelajaran padat seminggu.
Bersyukur pada Tuhan, bahkan sebagian dari 4-5 anak 僑大ini semakin bertumbuh di GRII Taipei. Mereka berkomitmen dalam persekutuan dan ibadah, mengikuti kelas katekisasi, dan memberi diri dibaptis, serta ikut melayani bersama-sama dengan sukacita.
Visi persekutuan Qiaoda yaitu mendidik anak-anak Indonesia untuk menyeimbangkan hidup antara belajar, bekerja dan melayani Tuhan. Belajar memprioritaskan Tuhan dalam kehidupan dan membayar harga untuk pelayanan bagi kemuliaan Tuhan.
Persekutuan ini menekankan pembelajaran Firman, bukan hura-hura. Bersama-sama menggali Firman Tuhan dengan membahas sebuah buku, yaitu Katekismus Singkat Westminster, yang berisi doktrin-doktrin dasar kekristenan. Mengapa? Karena kami percaya bahwa hanya pengenalan akan Allah melalui pengajaran yang solid membawa kepada pertumbuhan iman yang sejati, yang akan menjadi bekal bagi kami, terlebih setiap adik-adik di 僑大, untuk bersaksi di tengah-tengah lingkungan studi dan pergaulan yang begitu unik dan beragam.
Selain pembahasan dan diskusi bahan dari buku Katekismus, juga ada waktu bagi kami untuk bersama-sama mensharingkan berkat dan beban pergumulan yang tengah dihadapi, sehingga dapat saling mendoakan dan saling membangun. Dengan keterbukaan untuk saling berbagi satu dengan yang lainnya, persekutuan ini menjadi hidup dan sungguh menjadi berkat bagi setiap kami.
4. Tantangan yang dihadapi
Adik-adik kami tidak hanya berjuang dalam studi yang berat, namun harus berperang dalam iman terhadap tantangan dan godaan yang ditawarkan. Apakah tetap setia beribadah dan bersekutu dengan Tuhan dalam kesibukan studi? Akankah tempat dan jarak menjadi kendala dan membuat mereka semakin jauh dari Tuhan? Apakah dapat menjadi terang dalam lingkungan pergaulan, atau malah terpengaruh dan terbawa arus? Di sinilah mereka menghadapi ujian terbesar, seberapa besar peran Firman bekerja dalam hidup dan perjalanan iman mereka.
Persekutuan ini menjadi salah satu program penginjilan rutin, diadakan setiap hari Sabtu pagi pukul 10:00 di pagoda belakang dekat kolam renang. Sebelum memulai persekutuan, tim penginjilan dari Taipei bersama-sama dengan setiap adik-adik僑大yang rindu membagikan Injil, mengunjungi kamar-kamar asrama putra dan asrama putri, membagikan berita Injil dengan memperkenalkan Tuhan Yesus kepada setiap anak Indonesia yang ditemui, dan mengajak mereka untuk belajar bersama dalam persekutuan.
Seringnya penolakan dan respon yang cuek dari teman-teman kadang menimbulkan perasaan yang tidak semestinya, bahwa penginjilan yang dikerjakan tidak membuahkan hasil. Tetapi sungguh bersyukur untuk rekan-rekan sekerja yang Tuhan berikan, di mana kami dapat saling menguatkan dan memberikan dorongan untuk semakin maju dalam melayani dan menyerahkan hasil, yaitu tuaian-tuaian, ke dalam tangan Tuhan yang berdaulat. Kami hanyalah hamba-hamba-Nya; Tuhanlah yang berkuasa menggerakkan hati manusia untuk datang kepada-Nya.
Seiring berjalannya waktu, semakin banyak peraturan dari sekolah yang menantang bahkan menghambat penginjilan ke kamar-kamar. Dengan berbagai pertimbangan dan alasan, orang luar dilarang masuk ke dalam gedung asrama. Namun, puji Tuhan! Adanya aturan baru ini pun tidak membuat penjangkauan ini terhenti, karena setiap adik-adik di sini tetap memiliki semangat untuk menjangkau dan mengajak teman-teman mereka untuk mengenal Tuhan Yesus. Satu hal yang kami percaya, yaitu bahwa usaha manusia tidak mungkin menghentikan dan menghambat pekerjaan Tuhan, yang Ia perkenan dan pimpin.
Puji syukur atas sebuah persekutuan indah yang masih Tuhan percayakan untuk kami nikmati! Mengenal siapa Tuhan Allah yang kami percaya dan imani, bertumbuh dalam iman dan persekutuan dalam ikatan kasih Kristus,,sungguh adalah anugerah Tuhan! Doa kami, semoga Tuhan berkenan memimpin dan menyertai persekutuan僑大, agar menjadi berkat bagi lebih banyak anak Indonesia di tempat ini. Segala kemuliaan bagi Allah yang hidup, Allah Tritunggal yang layak menerimanya.
Soli Deo Gloria.(Sf)
